PENINGGALAN SEJARAH
Lamban Batin di Bumi Agung / Sangawikh (Jekhunan)
Diatas batu ini terakhir kali umpu belunguh bumi agung keliatan di Sangawikh yang ada di bawah lamban batin
Sejarah Banten dan Buay Belunguh
Makam Bermang Kuning /Umpu Kuning di Pekon Bojong 0 km dekat Mercusuar cekoeneng Serang Banten
BUKU AGAMA DARI KULIT KAYU DAN DITULIS TANGAN
Buku Agama yang dipegang umpu kuning . info yang kami terima dari keluarga kami dan salinan Tambo, bahwa kerajaan banten lebih kurang Abad ke 15 meminta bantuan pada umpu belunguh untuk menumpas penghalang pengembangan agama islam terutama manusia yang sakti mandraguna yang di kenal dengan si BUYUH/BUYUNG, maka ditunjuk beberapa anak angkat Umpu Belunguh yaitu Umpu kuning dan Umpu tatau dan Umpu Tatak, Umpu Beringin Muda, Umpu Mandan, bersama hulubalang-hulubalang mereka ,setelah selesai si Buyuh dibunuh oleh ke 6 Umpu riwayatnya ditangkap dengan menggunakan senjata Trisula setelah itu menggunakan Cabuh atau kurungan ayam setelah dicabuh dibunuh dengan menggunakan pedang/kris senatan khanguh setelah itu kepala dibawa ke lampung, semasa semua umpu berada di banten terus membantu pengembangan agama islam di banten , sebagai tanda terima kasih Raja banten pada keluarga dari lampung maka diberilah oleh Raja sebuah daerah untuk tempat tinggal, mereka sepakat menyebut lokasi tersebut dengan CIKUNING berhubung yang menjadi Pembina pasukan adalah Umpu Kuning dan ditambah lagi sekitar tahun 1860 diberi tanah ulayat seluas 750 ha dan menurut dari Tamong H. Rosyidi dahulu waktu saya berjumpa tahun 1996 (Cikuning) daerah itu jadi perebutan dengan Pemda dan masih sampai sekarang, setelah Selesai tugas umpu kuning dan rombongan maka keluarga dari lampung berpamitan dengan Raja dan Raja Banten menanyakan siapa yang akan tinggal di Banten. Maka terjalin tali silaturrahmi yang kuat dengan keluarga Umpu Belunguh.
Keluarga yang siba ke Banten
1. 6 Anak Angkat Umpu Belunguh
2. RAJA PEMUKA RAJA ANUM dan KIMAS NGANJAGA BATIN keturunan ke 3 anak umpu kuning bersama hulu balang sekalian SIBA dan kampung pemberian Banten diberi nama orang tuanya yaitu CIKUNING.
3.PANGERAN IRO BELUNGUH I KE 7 dan RADEN HOE
sejak saat itu terjalin erat hubungan banten dan lampung bahkan sampai sekarang kami sering melakukan ziarah terus menjalin hubungan dengan keturunan dari Lampung dan keturunan umpu kuning sehingga lebih banyak lagi yang SIBA (menghubungkan tali silaturrahim untuk menjunjung kebesaran bersama dan menuntut ilmu tentang perkara Agama) ke banten sekarang terus menyusul keturunan.
setelah sekian lama umpu kuning berkunjung ke Cikuning meninjau keadaan Anak dan keluarga di Banten , dengan kuasa Allah akhirnya beliau meninggal di cikuning dimana makamnya sekarang ada di Pekon Bojong 0 km dekat mercusuar cikuning serang Banten dan disebut kan oleh keluarga kita di cikuning dengan Sebutan BUYUT KUNING
______________________________












Komentar
Posting Komentar